Karya Tulis Ilmiah
POLA PERESEPAN OBAT UNTUK PENYAKIT FARINGITIS DI INSTALASI RAWAT JALAN UPT PUSKESMAS GANG SEHAT KOTA PONTIANAK TAHUN 2024
UMI MAGHFIROH · NIM: 2291045 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Faringitis
Prevalensi
Pola Resep
Rasional Obat
Terapi Simtomatik.
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
UMI MAGHFIROH
— NIM: 2291045 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Heny Puspasari, S.Farm, Apt, MPH |
NIDN 1124128501 |
| Dr. Dani Suryaningrat, M.Si., M.M., M.E |
NIDN 1125117403 |
|
| Jumlah Unduhan |
3 kali diunduh |
| Date Deposited |
31 August 2026 05:07 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/118 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
812.5 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Faringitis menempati posisi sepuluh besar diagnosis rawat jalan di UPT Puskesmas Gang Sehat, Pontianak, dengan 1.811 kasus tercatat pada tahun 2023. Sebagai infeksi saluran pernapasan bagian atas yang umum, penanganannya menggabungkan terapi simtomatik, termasuk mukolitik untuk membantu pengeluaran dahak, analgesik-antipiretik (misalnya parasetamol atau NSAID) untuk demam dan nyeri, antihistamin untuk meredakan kongesti, serta agen antiinflamasi dalam kasus tertentu—sementara antibiotik (penisilin atau amoksisilin) digunakan hanya untuk infeksi bakteri yang terkonfirmasi sesuai pedoman klinis . Penelitian deskriptif retrospektif ini menganalisis 100 resep rawat jalan tahun 2024: mukolitik (17,2 %), analgesik-antipiretik (16,3 %), antihistamin (15,7 %), antibiotik (15,1 %), dan agen antiinflamasi (15,1 %). Rasionalitas penggunaan obat secara keseluruhan mencapai 89%, dengan kepatuhan tinggi pada dosis (100%), identifikasi pasien (90%), dan ketepatan indikasi (90%), meski pemilihan obat sedikit lebih rendah (76 %). Hasil ini mencerminkan praktik resep yang umumnya rasional di pelayanan primer, walaupun terdapat beberapa penggunaan antibiotik atau antiinflamasi yang tidak diperlukan, menunjukkan area untuk
penyempurnaan lebih lanjut.
Abstract (English)
Pharyngitis ranks among the top 10 outpatient diagnoses at UPT Puskesmas Gang Sehat, Pontianak, with 1,811 cases recorded in 2023. As a common acute upper respiratory tract
infection, its treatment combines symptomatic therapy, including mucolytics for mucus clearance, analgesic-antipyretics (e.g., paracetamol or NSAIDs) for fever and pain,
antihistamines for congestion, and anti-inflammatory agents in select cases while antibiotics (penicillin or amoxicillin) are reserved for confirmed bacterial infections consistent with clinical guidelines. This descriptive retrospective study analyzed 100 outpatient prescriptions from 2024: mucolytics (17.2%), analgesic-antipyretics (16.3%), antihistamines (15.7%), antibiotics (15.1%), and anti-inflammatory agents (15.1%). Overall rational drug use scored 89%, with strong adherence in dosage (100%), patient identification (90%), and indication accuracy (90%), though drug selection was slightly lower (76%). These results reflect generally rational prescribing practices in primary care, though occasional deviations such as unnecessary antibiotic or anti-inflammatory use suggest areas for further refinement.