Karya Tulis Ilmiah
KETERSEDIAAN ANTIBIOTIK DI UPT PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2023
WALYA AULITHIYA · NIM: 2291093 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Antibiotik
ketersediaan obat
pemanfaatan
puskesmas
logistik
farmasi
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
WALYA AULITHIYA
— NIM: 2291093 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Heny Puspasari, S.Farm, Apt, MPH |
NIDN 1124128501 |
| Hairunnisa, M.Farm., Apt |
NIDN 1113018801 |
|
| Jumlah Unduhan |
4 kali diunduh |
| Date Deposited |
31 August 2026 06:11 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/123 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
598.7 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Ketersediaan antibiotik yang memadai merupakan aspek krusial dalam menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan di fasilitas primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan pemanfaatan antibiotik di UPT Puskesmas Kampung Dalam selama tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif terhadap data logistik dan laporan pemakaian obat (LPLPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amoxicillin 500 mg merupakan antibiotik dengan tingkat permintaan tertinggi (61,91%), sedangkan bentuk sediaan tablet mendominasi distribusi dengan proporsi sebesar 92,12%. Sebagian besar antibiotik telah dimanfaatkan secara optimal, meskipun terdapat beberapa sediaan seperti Amoxicillin 250 mg/5 ml dan Isoniazid 300 mg yang tidak dimanfaatkan sama sekali. Selain itu, ketersediaan antibiotik mengalami kekurangan pada beberapa jenis di pertengahan tahun, yang mengindikasikan perlunya perbaikan sistem distribusi dan perencanaan kebutuhan. Temuan ini
menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem logistik obat, serta penguatan manajemen rantai pasok guna mencegah ketidaksesuaian antara permintaan dan persediaan.
Abstract (English)
The availability of adequate antibiotics is crucial for ensuring the continuity of healthcare services in primary care facilities. This study aims to evaluate the availability and utilization of antibiotics at the Kampung Dalam Community Health Center (Puskesmas) during 2023. A descriptive quantitative method was used, with a retrospective approach based on logistics data and drug utilization reports (LPLPO). The results showed that Amoxicillin 500 mg was the antibiotic with the highest demand (61.91%), while tablet dosage forms dominated distribution, accounting for 92.12%. Most antibiotics were optimally utilized, although some preparations, such as Amoxicillin 250 mg/5 ml and Isoniazid 300 mg, were not utilized at all. Furthermore, antibiotic availability experienced shortages in several types mid-year, indicating the need for improvements in distribution systems and demand planning. These findings emphasize the importance of continuous evaluation of drug logistics systems and strengthening supply chain management to prevent mismatches between demand and supply