Karya Tulis Ilmiah
EVALUASI KESESUAIAN PEMBERIAN OBAT DBD PADA ANAK DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO PONTIANAK
YOGA WINANTA SETIAWAN · NIM: 2291049 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
DBD
evaluasi kesesuaian
pediatri
penggunaan obat rasional
terapi suportif
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
YOGA WINANTA SETIAWAN
— NIM: 2291049 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Heny Puspasari, S.Farm, Apt, MPH |
NIDN 1124128501 |
| Fadli, S.Farm, Apt, MM |
NIDN 1110018801 |
|
| Jumlah Unduhan |
1 kali diunduh |
| Date Deposited |
31 August 2026 06:28 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/125 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
532.4 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue dan menjadi masalah kesehatan global dengan pengobatan bersifat suportif dan simtomatik. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan global. WHO mencatat bahwa lebih dari 2,5 miliar penduduk dunia berisiko terinfeksi virus dengue, dengan sekitar 390 juta kasus infeksi per tahun dan 500.000 di antaranya memerlukan perawatan rumah sakit, sebagian besar anak-anak. Di Indonesia, Kalimantan Barat termasuk provinsi dengan angka kejadian DBD cukup tinggi, dengan insiden sebesar 52,61 per 100.000 penduduk (Kemenkes RI, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan, kesesuaian pemberian obat dengan pedoman diagnosis dan penatalaksanaan infeksi virus dengue pada anak, serta mengidentifikasi pola
penggunaan obat yang tidak sesuai standar. Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang bersifat deskriptif menggunakan data rekam medis pasien anak DBD usia 1-11 tahun di Instalasi Rawat Inap RSU Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak tahun 2025. Penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan teknik yang diambil yaitu sampling jenuh . sampling dengan 60 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi kesesuaian menggunakan prinsip 5 Tepat berdasarkan standar WHO dan pedoman IDAI. Karakteristik pasien menunjukkan dominasi laki-laki (56,6%), usia 1-4 tahun (65%), dan lama rawat ≤6 hari (85%). Semua pasien menerima cairan Ringer Laktat (100%)
dan parasetamol (98,3%). Evaluasi kesesuaian menunjukkan 100% tepat pasien, tepat indikasi, dan tepat obat, dan tepatan dosis mencapai 100%. Tingkat kesesuaian pemberian obat mencapai 97,5% dengan penerapan terapi suportif sesuai pedoman.
Abstract (English)
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and has become a global health concern. According to the World Health Organization (WHO), over 2.5 billion people worldwide are at risk of dengue infection, with approximately 390 million infections occurring annually and 500,000 cases requiring hospitalization—most of them children. In Indonesia, West Kalimantan is among the provinces with a high incidence rate, reaching 52.61 per 100,000 population (Ministry of Health RI, 2018). This study aims to identify the treatment patterns, evaluate the appropriateness of drug administration based on diagnostic and clinical management guidelines for dengue virus infection in children,
and identify patterns of drug use that deviate from the standards. This observational descriptive study used a cross-sectional approach and analyzed medical records of pediatric DHF inpatients aged 1–11 years at Bhayangkara Anton Soedjarwo General Hospital, Pontianak, in 2025. The sampling method used was non-probability sampling with a saturated sampling technique, resulting in 60 patients who met the inclusion criteria. The appropriateness of therapy was assessed using the “5 Rights” principle based on WHO standards and IDAI guidelines. Patient characteristics showed a predominance of males (56.6%), the majority aged 1–4 years (65%), and most had a length of stay ≤6 days (85%). All patients received Ringer’s Lactate (100%) and paracetamol (98.3%). The appropriateness evaluation revealed 100% accuracy in right patient, right indication, and right drug, while dosage accuracy
reached 100%. The overall drug administration appropriateness was 97.5%, reflecting the implementation of supportive therapy in accordance with treatment guidelines.