Karya Tulis Ilmiah
PENGUJIAN ANTIBAKTERI EKSTRAK JAMBU TANGKALAK (Bellucia pentamera Naudin ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis
Boni · NIM: 219764 · 2024
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Ekstrak jambu tangkalak
Staphylococcus epidermidis
uji antibakteri
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
Boni
— NIM: 219764 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Ika Ristia Rahman, M.Farm, Apt |
NIDN 1104078802 |
|
| Jumlah Unduhan |
4 kali diunduh |
| Date Deposited |
01 September 2026 01:54 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/137 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
443.8 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Buah jambu tangkalak (Bellucia pentamera Naudin) mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, terpenoid dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi ekstrak jambu tangkalak (Bellucia pentamera Naudin) untuk menghasilkan zona daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 43,82%. Ekstrak jambu tangkalak dibagi menjadi tiga konsentrasi yaitu konsentrasi 10%, konsentrasi 20% dan konsentrasi 30%. Hasil uji antibakteri menunjukkan diameter zona hambat ratarata untuk konsentrasi 10% adalah 8,95 mm, konsentrasi 20% adalah 9,24 mm,dan konsentrasi 30% adalah 10,15mm. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak jambu tangkalak (Bellucia pentamera Naudin) memiliki daya antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis
Abstract (English)
Tangkalak guava fruit (Bellucia pentamera Naudin) contains secondary metabolites in the form of flavonoids, terpenoids and tannins. This study aims to determine the concentration of guava extract (Bellucia pentamera Naudin) to produce an inhibition zone against Staphylococcus epidermidis bacteria. Extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol solvent, resulting in an extract yield of 43.82%. Tangkalak guava extract was divided into three concentrations, namely 10% concentration, 20% concentration and 30%
concentration. The antibacterial test results showed the average inhibition zone diameter for 10% concentration was 8.95 mm, 20% concentration was 9.24 mm, and 30% concentration was 10.15mm. Based on the results obtained, it can be concluded that tangkalak guava extract (Bellucia pentamera Naudin) has antibacterial power against Staphylococcus epidermidis.