Karya Tulis Ilmiah
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BUAH JAMBU TANGKALAK (Bellucia pentamera Naudin)TERHADAP JAMUR (Trichopyton mentagrophytes)
ELMAN MAULANA · NIM: 219782 · 2024
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Jambu Tangkalak (Bellucia pentamera Naudin)
Ekstrak
Diameter Daya Hambat
Trichophyto mentagrophytes
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
ELMAN MAULANA
— NIM: 219782 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Erwan Kurnianto, M.Farm., Apt |
NIDN 1131058702 |
|
| Jumlah Unduhan |
5 kali diunduh |
| Date Deposited |
01 September 2026 04:16 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/147 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
437.9 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Buah jambu tangkalak (Bellucia pentamera Naudin) mengandung senyawa metabolit skunder yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid- steroid, saponin, fenol dan tannin. Berdasarkan senyawa metabolit sekunder yang terkandung sehingga dilakukan penelitian untuk menguji daya hambat ekstrak buah jambu tangkalak tersebut terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes.Ekstrak buah jambu tangkalak yang di peroleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol sehingga diperoleh ekstrak kental yang akan digunakan untuk menguji daya hambat terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes dengan menggunakan metode difusi cakram disk (tes Kirby&Bauer). Ekstrak buah jambu tangkalak di buat dalam 3 konsentrasi berbeda yaitu 10%, 20%, 30% dan kontrol positif. Kemudian dilakukan pengukuran zona bening yang terbentuk pada sekitaran kertas cakram. Data di analisis dengan tabulasi (tabel) dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak jambu tangkalak memiliki uji daya hambat pada konsentrasi 10% dengan rata-rata zona hambat 7,44 mm, pada konsentrasi 20% diperoleh rata-rata 10,08 mm, pada konsentrasi 30% diperoleh rata-rata zona hambat 11,19 mm. kesimpulan dari penelitian ini adalah pada konsentrasi 10% sudah dapat menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes dengan rata-rata diameter zona hambat 7,44 mm.
Abstract (English)
Jambu tangkalak fruit (Bellucia pentamera Naudin) contains secondary metabolite compounds, namely alkaloids, flavonoids, terpenoids-steroids, saponins, phenols and tannins. Based on the secondary metabolite compounds contained, research was conducted to test the inhibitory power of the tangkalak guava fruit extract against Trichophyton mentagrophytes fungus. The extract of tangkalak guava fruit obtained using the maceration method with ethanol solvent so that a thick extract is obtained which will be used to test the inhibitory power against Trichophyton mentagrophytes fungus using the disc diffusion method (Kirby&Bauer test). Jambu tangkalak fruit extract was made in 3 different concentrations of 10%, 20%, 30% and positive control. Then the clear zone formed around the disc paper was measured. Data were analyzed by tabulation (table) and explained descriptively. The results showed that tangkalak guava extract had an inhibition test at a concentration of 10% with an average inhibition zone of 7.44 mm, at a concentration of 20% obtained an average of 10.08 mm, at a concentration of 30% obtained an average inhibition zone of 11.19 mm. The conclusion of this study is that at a concentration of 10% it can inhibit the growth of Trichophyton mentagrophytes fungi with an average diameter of 7.44 mm inhibition zone.