Karya Tulis Ilmiah
UJI ANTIBAKTERI FACIAL CLEANSING OIL FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH JERUK SAMBAL (Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Fathul Abdil Khobir · NIM: 219793 · 2024
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
facial cleansing oil
ekstrak kulit buah jeruk sambal
antibakteri.
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
Fathul Abdil Khobir
— NIM: 219793 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Dina Yuspita Sari, S.Si, Apt, M.Si |
NIDN 1130048502 |
| Husnani, M.Sc, Apt |
NIM 1125108302 |
|
| Jumlah Unduhan |
6 kali diunduh |
| Date Deposited |
01 September 2026 05:59 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/155 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
597.7 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Tanaman jeruk sambal (Citrus amblycarpa (Hassk) Osche) merupakan salah satu jenis jeruk yang mengandung minyak atsiri pada kulitnya dan merupakan buah sekaligus perasa dan pengharum pada makanan yang mudah ditemukan di Kalimantan Barat. Selain minyak atsiri, tanaman ini juga mengndung senyawa metabolit sekunder flavonoid, polifenol dan alkaloid. Dengan adanya kandungan senyawa tersebut memberikan kandungan aktivitas antioksidan dan alkaloid, dimana ketiga senyawa tersebut memberikan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri facial cleansing oil fraksi etil asetat kulit buah jeruk sambal (Citrus amblycarpa (Hassk) Osche) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Simplisia kulit jeruk sambal dimaserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dipartisi berturut-turut menggunakan n-heksana dan etil asetat (rasio 1:1). Fraksi etil asetat yang didapatkan kemudin diformulasikan kedalam facial cleansing oil dengan variasi konsentrsi 0,20% (FI), 0,35% (FII) , dan 0,50% (FIII). Pengujian aktivitas
antibakteri dilakukan menggunakan metode tuang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan diameter daya hambat pada bakteri staphylococcus aureus pada masing-masing F1 sebesar 10,44 mm, F2 12,12 mm, dan F3 10,33 mm yang digolongkan dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula facial cleansing oil memiliki aktivitas antibakteri.
Abstract (English)
The chili sauce orange plant (Citrus amblycarpa (Hassk) Osche) is a type of orange that contains essential oils in the peel and is a fruit as well as a flavoring and fragrance in food that is easy to find in West Kalimantan. In addition to essential oils, this plant also contains secondary metabolite compounds of flavonoids, polyphenols and alkaloids. With the content of these compounds, it provides antioxidant and alkaloid activity, where the three compounds provide antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of facial cleansing oil ethyl acetate fraction of citrus chili peel (Citrus amblycarpa (Hassk) Osche) on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The simplicia of chili orange peel
was macerated using 96% ethanol, then partitioned successively using n-hexane and ethyl acetate (ratio 1:1). The ethyl acetate fraction obtained by the mud is formulated into a facial cleansing oil with a concentration variation of 0.20% (FI), 0.35% (FII), and 0.50% (FIII). The antibacterial activity test was carried out using the pour method. The results of this study showed that the diameter of the inhibitory force in staphylococcus aureus bacteria in F1 was 10.44 mm, F2 12.12 mm, and F3 10.33 mm, respectively, which was classified in the medium category. The results showed that all three facial cleansing oil formulas had antibacterial activity.