Karya Tulis Ilmiah
TINJAUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERDASARKAN GOLONGAN DI PUSKESMAS SUKA BANGUN KABUPATEN KETAPANG PERIODE JULI – DESEMBER 2024
ARDINA YURIKA · NIM: 2291050 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Penggunaan antibiotik
Golongan antibiotik
Puskesmas Suka Bangun
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
ARDINA YURIKA
— NIM: 2291050 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Adhisty Kharisma Justicia, M.Sc., Apt |
NIDN 1120088302 |
| Dr. Dani Suryaningrat SE, SKM, M. Si., MM, ME |
NIDN 1125117403 |
|
| Jumlah Unduhan |
6 kali diunduh |
| Date Deposited |
14 August 2026 07:56 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/19 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak,1,2,3,5 & Dafpus |
250.1 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Penyakit infeksi masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan di Indonesia, terutama di daerah pelayanan primer seperti Puskesmas. Antibiotik merupakan terapi utama dalam mengatasi infeksi bakteri, namun penggunaannya yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penggunaan antibiotik berdasarkan golongan di Puskesmas Suka Bangun Kabupaten Ketapang selama periode Juli hingga Desember 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pengambilan data dari seluruh resep pasien yang mengandung antibiotik 912 resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan Penisilin (Amoksisilin) dengan persentase 86,75%, diikuti oleh golongan Sefalosporin (8,88%), golongan Fluoroquinolon (1,97%), dan golongan Sulfonamid (2,41%). Tingkat penggunaan antibiotik tertinggi terjadi pada bulan November (13,91%) dan terendah pada Juli (5,85%). Sebagian besar penggunaan antibiotik sesuai dengan pedoman medis nasional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun penggunaan antibiotik sudah sesuai, pemantauan rutin tetap diperlukan guna mencegah resistensi antibiotik di masa depan.
Abstract (English)
Infectious diseases remain one of the leading causes of morbidity in Indonesia, particularly in primary healthcare settings such as community health centers (Puskesmas). Antibiotics are the main therapy for bacterial infections; however, inappropriate use can lead to antibiotic resistance. This study aims to review the use of antibiotics by class at Puskesmas Suka Bangun, Ketapang Regency, from July to December 2024. A descriptive observational method was employed by collecting data from 912 antibiotic-containing prescriptions. The results showed that the most frequently used antibiotic class was Penicillin (Amoxicillin) at 86.75%, followed by Cephalosporins (8.88%), Fluoroquinolones (1.97%), and Sulfonamides (2.41%). The highest antibiotic use occurred in November (13.91%) and the lowest in July (5.85%). Most antibiotic use was in accordance with national medical guidelines. The study concludes that although antibiotic use is appropriate, routine monitoring is essential to prevent future antibiotic resistance.