Karya Tulis Ilmiah
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL AKAR BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus
ELISA AZZAHRA SASOLE · NIM: 2290920 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.)
antibakteri
gel
Staphylococcus aureus.
|
| Subjek |
Akar Bajakah |
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
ELISA AZZAHRA SASOLE
— NIM: 2290920 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Fadli, S.Farm, Apt, MM |
NIDN 1110018801 |
| Adhisty Kharisma Justicia, M.Sc, Apt |
NIDN 1120088302 |
|
| Jumlah Unduhan |
4 kali diunduh |
| Date Deposited |
27 August 2026 07:59 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/34 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
250.4 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Simplisia akar bajakah diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Evaluasi mutu sediaan gel meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, derajat keasaman (pH), daya sebar, dan viskositas. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Sebagai kontrol positif digunakan cakram Antibiotik Amoksisilin 10 μg yang dipilih sesuai standar CLSI (2018) karena efektif terhadap bakteri Gram positif dan merupakan standar pembanding uji antibakteri, sedangkan kontrol negatif menggunakan basis gel tanpa penambahan ekstrak. Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk dan diinterpretasikan berdasarkan kategori aktivitas antibakteri bahan alam.
Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 12,86%. Sediaan gel yang dihasilkan memenuhi persyaratan evaluasi fisik farmasi yang baik dengan nilai pH berkisar antara 5,8 6,1 yang aman digunakan pada kulit manusia. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa rata rata diameter zona hambat yang dihasilkan berturut turut adalah 4,75 ± 0,12 mm (kategori lemah) pada konsentrasi 10%, 5,23 ± 0,08 mm (kategori sedang) pada konsentrasi 20%, dan 5,24 ± 0,07 mm (kategori sedang) pada konsentrasi 30%. Kontrol positif Amoksisilin menghasilkan rata rata zona hambat sebesar 5,62 ± 0,10 mm (kategori sedang), sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan adanya aktivitas hambat sama sekali. Secara deskriptif, konsentrasi 30% memberikan nilai rata rata zona hambat tertinggi namun peningkatannya tidak bermakna jika dibandingkan dengan konsentrasi 20% karena selisih nilainya sangat kecil dan tidak didukung oleh uji statistik.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol akar bajakah memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori lemah hingga sedang serta memenuhi syarat mutu sediaan farmasi yang baik.
Abstract (English)
This research was an experimental laboratory study. Bajakah root extract was extracted using a maceration method with 70% ethanol as a solvent. The resulting extract was then formulated into a gel preparation with varying concentrations of 10%, 20%, and 30%. Evaluation of the gel preparation quality included organoleptic tests, homogeneity, acidity (pH), spreadability, and viscosity. Antibacterial activity testing was performed using the disc diffusion method. A 10 μg amoxicillin antibiotic disc was used as a positive control, selected according to CLSI (2018) standards for its effectiveness against Gram
positive bacteria and as a standard for antibacterial testing. The negative control used a gel base without the addition of the extract. Observations were made by measuring the diameter of the inhibition zone formed and interpreting it based on the antibacterial activity categories of natural products.
The results showed an extract yield of 12.86%. The resulting gel preparation met the requirements for good physical pharmaceutical evaluation, with a pH value ranging from 5.8 to 6.1, which is safe for use on human skin. The results of the antibacterial activity test showed that the average diameter of the inhibition zone produced was 4.75 ± 0.12 mm (weak category) at a concentration of 10%, 5.23 ± 0.08 mm (moderate category) at a concentration of 20%, and 5.24 ± 0.07 mm (moderate category) at a concentration of 30%. The positive control Amoxicillin produced an average inhibition zone of 5.62 ± 0.10 mm (moderate category), while the negative control showed no inhibitory activity at all. Descriptively, the 30% concentration provided the highest average inhibition zone value, but the increase was not significant when compared to the 20% concentration because the difference in values was very small and not supported by statistical tests.
Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that the Bajakah root ethanol extract gel preparation has antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the weak to moderate category and meets the requirements for good pharmaceutical quality.