Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN POLA PERESEPAN PADA KASUS INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PADA PERIODE OKTOBER S.D. DESEMBER 2024
Fauziah · NIM: 2291014 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Pola Peresepan
Infeksi Saluruan Pernapasan Akut (ISPA)
Jenis Obat ISPA
Puskesmas Kampung Dalam Pontianak
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
Fauziah
— NIM: 2291014 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Erwan Kurnianto, M.Farm., Apt |
NIDN 1131058702 |
| Hairunnisa, M.Farm., Apt |
NIDN 1113018801 |
|
| Jumlah Unduhan |
3 kali diunduh |
| Date Deposited |
28 August 2026 03:34 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/38 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
292.8 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit dengan angka kejadian tinggi di Indonesia, terutama pada anak-anak. Faktor risiko meliputi lingkungan, gizi, dan imunisasi. Data menunjukkan prevalensi ISPA nasional sebesar 4,4%, dengan variasi antar daerah. Puskesmas Kampung Dalam dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya jumlah kasus ISPA, yaitu 3.938 kasus pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola peresepan terhadap kasus ISPA di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola peresepan pada penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) pasien rawat jalan di Puskesmas Kampung Dalam paada periode Oktober s.d Desember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan lembar resep dan
rekam medik pasien ISPA periode Oktober s.d Desember 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 100 sampel, karakteristik pasien ISPA didominasi oleh anak umur 0-10 tahun sebanyak 49 pasien (49%), dengan jenis kelamin tertinggi pada laki-laki sebanyak 51 pasien (51%). Pada periode Oktober hingga Desember 2024 di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak, obat yang paling banyak digunakan untuk penderita ISPA adalah Analgetik dan Antipiretik (78%), diikuti oleh Antihistamin seperti CTM (76%) dan Cetrizin (10%), Antiinflamasi (50%), Obat Batuk seperti Guaifenesin (46%) dan Ambroxol (35%), serta Obat Sesak (12%). Bentuk sediaan yang paling sering digunakan adalah tablet (62,58%), puyer
(30,64%), dan sirup (6,77%).
Abstract (English)
Acute Respiratory Infections (ARI) are diseases with a high incidence rate in Indonesia, particularly among children. Risk factors include environmental conditions, nutritional status, and immunization. National data indicate an ARI prevalence rate of 4.4%, with variations across regions. Kampung Dalam Community Health Center (Puskesmas) was selected as the research site due to the high number of ARI cases, totaling 3,938 cases in 2023. This study aims to examine the prescribing patterns for ARI cases in the area. Specifically, it seeks to describe the prescription patterns for ARI in outpatient visits at Kampung Dalam Health Center during the period from October to December. The research employed a
cross-sectional design with purposive sampling technique. Data were collected using prescription sheets and patient medical records for ARI cases from October to December 2024. The results of the study, based on 100 samples, showed that ARI cases were predominantly found in children aged 0–10 years (49%), with the highest gender distribution being male patients (51%). During the October to December 2024 period at Kampung Dalam Health Center in Pontianak, the most frequently prescribed medications for ARI patients were analgesics and antipyretics (78%), followed by antihistamines such as CTM (76%) and cetirizine (10%), antiinflammatory drugs (50%), cough medications such as guaifenesin (46%) and ambroxol (35%), and bronchodilators (12%). The most commonly used dosage forms were tablets (62.58%), followed by powdered medications (puyer) (30.64%), and syrups (6.77%).