Karya Tulis Ilmiah
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAGUSIBU TERHADAP PRAKTIKNYA PADA JEMAAT GEREJA KRISTEN PERJANJIAN BARU KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
KRISTIN ABDA LIRA LESTARI · NIM: 2291020 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
Dagusibu
Gereja
Jemaat
Pengetahuan
Praktik
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
KRISTIN ABDA LIRA LESTARI
— NIM: 2291020 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Erwan Kurnianto, M.Farm., Apt |
NIDN 1131058702 |
| Dr. Dani Suryaningrat, M.Si., M.M., M.E |
NIDN 1125117403 |
|
| Jumlah Unduhan |
3 kali diunduh |
| Date Deposited |
28 August 2026 07:10 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/55 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
336.1 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap obat. Program ini dirancang oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat melalui sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat dengan benar. Diharapkan dengan melakukan ini, akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan obat. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan Tingkat pengetahuan dagusibu terhadap praktik dagusibu pada Jemaat Gereja Kristen Perjanjian Baru Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu raya. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan jenis penelitian cross sectional. Hasil yang didapatkan menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,109 (p-value >0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan praktik dagusibu. Sebanyak 53% responden memiliki pengetahuan baik, 45% memiliki pengetahuan cukup, dan 2% memiliki pengetahuan kurang. Namun, meskipun tingkat pengetahuan cukup baik, sebanyak 100% responden tetap menunjukkan praktik yang kurang dalam menerapkan praktik dagusibu. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pelatihan yang lebih mendalam agar pengetahuan yang didapat diterapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Abstract (English)
The Drug Awareness Family Movement (GKSO) is one way to increase public awareness of drugs. This program was designed by the Indonesian Pharmacists Association (IAI) which aims to increase public understanding of drugs through the socialization of DAGUSIBU (Get, Use, Store, and Dispose) drugs correctly. It is hoped that by doing this, it will increase public awareness of drugs. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of DAGUSIBU and the practice of DAGUSIBU in the congregation of the New Testament Christian Church, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. This research is an analytic survey research with cross sectional research type. The results obtained showed a
significance value of 0.109 (p-value> 0.05). This shows that there is no significant relationship between the level of knowledge and the practice of dagusibu. A total of 53% of respondents had good knowledge, 45% had sufficient knowledge, and 2% had poor knowledge. However, even though the level of knowledge was quite good, 100% of respondents still showed poor practice of daguisbu practices. Therefore, more in-depth education and training is needed so that the knowledge gained is applied properly in everyday life.