Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS KANDUNGAN PARACETAMOL PADA JAMU PEGAL LINU DI PASAR FLAMBOYAN PONTIANAK MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
MARSYA ALWI · NIM: 2290933 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
paracetamol
jamu pegal linu
BKO
KLT
spektrofotometri UV-Vis
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
MARSYA ALWI
— NIM: 2290933 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Athiah Masykuroh, S.Si, M.Sc |
NIDN 1121128701 |
| Dr. Ihsanul Arief, M.Sc |
NIDN 1112038801 |
|
| Jumlah Unduhan |
3 kali diunduh |
| Date Deposited |
28 August 2026 07:30 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/59 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
303 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kadar paracetamol sebagai bahan kimia obat (BKO) pada jamu pegal linu yang beredar di Pasar Flamboyan Pontianak. Paracetamol merupakan zat analgetik-antipiretik yang tidak diperbolehkan ditambahkan ke dalam jamu berdasarkan Permenkes RI No. 007 Tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji kualitatif menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan uji kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Sebanyak lima sampel jamu tanpa izin edar dianalisis. Hasil uji KLT menunjukkan bahwa seluruh sampel (A–E) positif mengandung paracetamol dengan nilai Rf yang sesuai dengan baku. Hasil pengujian spektrofotometri menunjukkan kadar paracetamol dalam sampel berkisar antara 0,7093% hingga 1,0012%. Temuan ini mengindikasikan masih adanya peredaran jamu ilegal yang mengandung BKO di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat serta edukasi kepada produsen dan masyarakat tentang bahaya penggunaan BKO secara tidak sah dalam jamu tradisional.
Abstract (English)
This study aims to identify the presence and concentration of paracetamol as a Chemical Drug Substance (BKO) in herbal medicine (jamu) for muscle pain sold at Flamboyan Market in Pontianak. Paracetamol is an analgesic-antipyretic that is prohibited in herbal products according to Indonesian Ministry of Health Regulation No. 007 of 2012. The research utilized Thin Layer Chromatography (TLC) for qualitative analysis and UV-Visible Spectrophotometry for quantitative analysis. Five samples of unlicensed jamu were tested. The TLC results showed that all samples (A–E) tested positive for paracetamol, with Rf values matching the reference standard. The UV-Vis spectrophotometric analysis revealed paracetamol
concentrations ranging from 0.7093% to 1.0012%. These findings indicate the ongoing circulation of illegal herbal products containing chemical drugs. Increased regulatory oversight and public education are necessary to prevent the misuse of BKO in traditional medicine.