0811-47404077 akfar.yarsi.pontianak@gmail.com
Kembali ke daftar
Karya Tulis Ilmiah

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI DISMENORE PADA SISWI SMK TARUNA BHAKTI DI DESA SUKULANTING KABUPATEN KUBU RAYA

MIFA ALIFIYATUZZAHRO · NIM: 2291021 · 2025
Tipe Karya Karya Tulis Ilmiah
Kata Kunci Swamedikasi Dismenore Pengetahuan Perilaku
Program Studi D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak
Penulis MIFA ALIFIYATUZZAHRO — NIM: 2291021
Kontributor
Nama NIDN / NIM
Erwan Kurnianto, M.Farm., Apt NIDN 1131058702
Dr. Dani Suryaningrat, M.Si., M.M., M.E NIDN 1125117403
Jumlah Unduhan 3 kali diunduh
Date Deposited 28 August 2026 07:46
URI https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/63

Berkas Tersedia

Nama BerkasUkuranAksesAksi
Abstrak 1,2,3,5 276.4 KB Publik Unduh

Abstract

Nyeri haid (dismenore) adalah keluhan ginekologi yang umum terjadi pada remaja dan wanita usia subur. Untuk mencegah dampak buruk dismenore maka bisa dengan menerapkan swamedikasi kepada remaja putri. Swamedikasi dapat diterapkan sebagai pengobatan mandiri menggunakan obat non-resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi dismenore di SMK TARUNA BHAKTI Desa Sukulanting Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling dengan jumlah 32 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dismenore pada siswi di SMK TARUNA BHAKTI (p-value < 0,05). Pada tingkat pengetahuan sebesar 81,3% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik Sementara itu, 15,6% responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan hanya 3,1% responden memiliki pengetahuan kurang. Sedangkan sebesar 71,9% responden memiliki tingkat perilaku baik, dan 28,1% responden memiliki tingkat perilaku yang cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik akan membantu individu membuat keputusan yang tepat dan tindakan yang lebih aman dan efektif dalam melakukan swamedikasi dismenore.

Abstract (English)

Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common gynecological complaint in adolescents and women of childbearing age. To prevent the negative impacts of dysmenorrhea, self-medication can be applied to adolescent girls. Self-medication can be applied as self-treatment using non-prescription drugs. This study aims to determine the Relationship between Knowledge and Self-medication Behavior of Dysmenorrhea at SMK TARUNA BHAKTI, Sukulanting Village, Kubu Raya Regency. This study used a cross-sectional approach and total sampling technique with 32 respondents. The results of this study indicate that there is a significant relationship between the level of knowledge and self-medication behavior of dysmenorrhea in female students at SMK Taruna Bhakti (p-value < 0,05). At a level of knowledge of 81.3% of respondents have a good level of knowledge. Meanwhile, 15.6% of respondents have a sufficient level of knowledge, and only 3.1% of respondents have poor knowledge. while 71.9% of respondents had a good level of behavior, and 28.1% of respondents had a sufficient level of behavior. These results indicate that good knowledge will help individuals make the right decisions and safer and more effective actions in self-medication for dysmenorrhea.