Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS KANDUNGAN PARASETAMOL PADA SEDIAAN JAMU ASAM URAT MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis
Nadya Alfiyya Cahyani · NIM: 2290935 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
parasetamol
jamu asam urat
spektrofotometri UV-Vis
bahan kimia obat
kadar.
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
Nadya Alfiyya Cahyani
— NIM: 2290935 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Athiah Masykuroh, S.Si, M.Sc |
NIDN 1121128701 |
| Dr. Ihsanul Arief, M.Sc |
NIDN 1112038801 |
|
| Jumlah Unduhan |
2 kali diunduh |
| Date Deposited |
28 August 2026 08:41 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/71 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
157.8 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Penggunaan jamu sebagai pengobatan tradisional semakin meningkat, namun keamanan penggunaannya menjadi perhatian, terutama karena adanya penambahan bahan kimia obat (BKO) secara ilegal seperti parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif kandungan parasetamol dalam sediaan jamu asam urat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel jamu diuji dengan menentukan panjang gelombang maksimum parasetamol pada 254 nm, kemudian dilakukan pembuatan kurva kalibrasi dari larutan baku parasetamol dengan konsentrasi 2–10 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel jamu asam urat yang diuji positif mengandung parasetamol dengan kadar yang bervariasi, yaitu 5,221 ppm, 4,451 ppm, 5,470 ppm, 1,586 ppm, dan 5,397 ppm. Temuan ini menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan keamanan
jamu, karena parasetamol termasuk BKO yang dilarang penggunaannya dalam obat tradisional. Diperlukan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran jamu dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya konsumsi jamu yang mengandung BKO.
Abstract (English)
The use of herbal medicine as traditional treatment is increasingly popular; however, its safety has become a concern, especially due to the illegal addition of chemical drug substances, such as paracetamol. This study aims to quantitatively analyze the paracetamol content in gout herbal preparations using UV-Vis spectrophotometry. The herbal samples were analyzed by determining the maximum wavelength of paracetamol at 254 nm, followed by creating a calibration curve from standard paracetamol solutions with concentrations of 2–10 ppm. The results showed that all samples of gout herbal medicine tested positive for containing paracetamol with varying levels, namely 5.221 ppm, 4.451 ppm, 5.470
ppm, 1.586 ppm, and 5.397 ppm. These findings indicate a violation of safety regulations, as paracetamol is classified as a chemical drug substances whose use is prohibited in traditional herbal products. In conclusion, stricter monitoring of herbal medicine distribution and public education on the dangers of consuming herbal products containing chemical drug substances are urgently needed.