Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS RASIONALITAS SWAMEDIKASI BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA SUNGAI DURI KABUPATEN BENGKAYANG
NURRIDZQI · NIM: 2291030 · 2025
| Tipe Karya |
Karya Tulis Ilmiah |
| Kata Kunci |
pendidikan
pendapatan
rasionalitas
swamedikasi
masyarakat
|
| Program Studi |
D3 Farmasi · Akademi Farmasi YARSI Pontianak |
| Penulis |
NURRIDZQI
— NIM: 2291030 |
| Kontributor |
| Nama |
NIDN / NIM |
| Fadli, S.Farm, Apt, MM |
NIDN 1110018801 |
| Adhisty Kharisma Justicia, M.Sc, Apt |
NIDN 1120088302 |
|
| Jumlah Unduhan |
4 kali diunduh |
| Date Deposited |
31 August 2026 01:06 |
| URI |
https://eperpus.akfaryarsiptk.ac.id/repository/82 |
Berkas Tersedia
| Nama Berkas | Ukuran | Akses | Aksi |
| Abstrak 1,2,3,5 |
539.9 KB |
Publik
|
Unduh
|
Abstract
Swamedikasi merupakan salah satu praktik paling umum yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan. Namun, swamedikasi yang tidak rasional dapat menimbulkan risiko seperti kesalahan penggunaan obat, resistensi antimikroba, dan efek samping yang berbahaya. Tingkat pendidikan dan pendapatan diduga memengaruhi rasionalitas swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan terhadap rasionalitas swamedikasi pada masyarakat Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan pendekatan observasional analitik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 18 pernyataan skala Likert, dengan jumlah responden sebanyak 99 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Uji
validitas menunjukkan bahwa 18 dari 21 item dinyatakan valid, dan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.88 yang menunjukkan reliabilitas tinggi. Hasil uji t menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rasionalitas swamedikasi (p < 0.05). Hasil uji F juga menunjukkan bahwa pendidikan dan pendapatan secara bersama-sama memengaruhi rasionalitas swamedikasi. Selain itu, analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.548, yang berarti bahwa pendidikan dan pendapatan menyumbang 54.8% terhadap variasi rasionalitas swamedikasi yang dikategorikan sebagai pengaruh kuat. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan secara signifikan memengaruhi rasionalitas swamedikasi pada masyarakat Desa Sungai Duri.
Abstract (English)
Self-medication is one of the most common practices undertaken by the public to address minor health issues. However, irrational self-medication can pose risks such as medication errors, antimicrobial resistance, and harmful side effects. Education and income levels are suspected to influence the rationality of self-medication. This study aims to examine the effect of education and income levels on the rationality of self-medication among residents of Sungai Duri Village, Bengkayang Regency. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design and an observational-analytic approach. Data were collected using a questionnaire of 18 Likert-scale statements, with 99 respondents selected through purposive sampling. Validity testing revealed that 18 out of 21 items were valid, and reliability testing yielded a Cronbach's Alpha value of 0.88, indicating high reliability. The t-test results showed that education and income levels had a notable effect on selfmedication rationality (p < 0.05). The F-test results also indicated that education and income levels jointly influenced the rationality of self-medication. Furthermore, multiple linear regression analysis showed a coefficient of determination (R²) of 0.548, indicating that education and income levels accounted for 54.8% of the variance in self-medication rationality classified as a strong influence. It can be concluded that education and income levels significantly affect the rationality of self-medication among the residents of Sungai Duri Village.